July 26, 2018

LAPORAN PENDAHULUAN NEFROLITIASIS (BATU GINJAL)

LAPORAN PENDAHULUAN
NEFROLITIASIS (BATU GINJAL)

A.  PENGERTIAN
        Batu ginjal adalah batu (kalkuli) di dalam nefron dan keberadaannya dapat menghambat aliran urin, dan terjadinya obstruksi, secara perlahan dapat merusak unit fungsional (nefron) ginjal. Selain itu dapat menimbulkan nyeri yang luar biasa dan ketidaknyamanan dan bentuknya seperti tanduk rusa (Smeltzer,2003)    

B.  ETIOLOGI
      Batu kalsium (kalsium oksalat atau kalsium fosfat) menurut (Balai Penerbit FKUI Jakarta, 2001) penyababnya adalah sebagai berikut :
1.  Hiperkalsiuria
Disebabkan masukan tinggi natrium, kalsium dan protein
2.  Hiperoksaluria
Masukkan tinggi oksalat, protein
3.  Hiperurikosuria
Disebabkan masukan urin lebih
4.  Hipositraturia
Masukkan protein tinggi dan asetazolamid
5.  Ginjal spongiosa medular
Volume air kemih sedikit, batu kalsium idiopatik
6.  Batu asam urat
Ph air kemih rendah, hiperurikosuria.
7.  Batu stuvit
Infeksi saluran kemih dengan organisme yang memproduksi urenase
8.  Batu sistin
Sistinuria herediter

C. PROSES TERBENTUKNYA BATU GINJAL
Batu terbentuk pada tempat dimana sering mengalami hambatan aliran urine. Batu terdiri dari kristal kristal yang tersusun oleh bahan bahan organik maupun anorganik yang terlarut dalam urine. Batu terjadi karena penumpukan tinggi natrium kalsium dan terjadi pengendapandan terjadilahbatu ginja.batu  menyebabkan  sumbatan dan gesekan sehinga menyebabkan pembuluh darah pecah disekitar penyumbatan dan terjadi darah dalam darah urin  dan menyebabkan nyeri di sekitar kantung kemih

D.  PATOFISIOLOGI
Kelainan metabolic pemecahan urine meningkat sehingga menimbulkan absobsi di usus dan mobilisasi dari tulang terjadi hiperkalsemia dan hiperurisemia kemudian filtrasi meningkat dan ekskresi zat penghasil batu menurun dan konsentrasi zat penghasil batu respon obstruksi, nyeri kolik, hematuria.
Pelepasan ADH meningkat dan paratiroid hormon kalsitrol meningkat memecah larutan metastabil sehingga konsetrasi larutan dan ke urin sehingga terjadi pemekatan urine dan perubahan urine meningkat.

E.  ANATOMI FISIOLOGI GINJAL
Anatomi Ginjal
Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di rongga retroperitoneal bagian atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke medial. Pada sisi ini terdapat hilus ginjal yaitu tempat struktur-struktur pembuluh darah, sistem limfatik, sistem saraf, dan ureter menuju dan meninggalkan ginjal. Ginjal kanan terletak sedikit lebih rendah (kurang lebih 1 cm) dibanding ginjal kiri, hal ini disebabkan adanya hati yang mendesak ginjal sebelah kanan. Kutub atas ginjal kiri adalah tepi atas iga 11 (vertebra T12), . Adapun kutub bawah ginjal kiri adalah processus transversus vertebra L2 (kira-kira 5 cm dari krista iliaka) sedangkan kutub bawah ginjal kanan adalah pertengahan vertebra L3. Dari batas-batas tersebut dapat terlihat bahwa ginjal kanan posisinya lebih rendah dibandingkan ginjal kiri(10,15).Besar dan berat ginjal sangat bervariasi; hal ini tergantung pada jenis kelamin, umur, serta ada tidaknya ginjal pada sisi lain. Pada autopsy klinik didapatkan bahwa ukuran ginjal orang dewasa rata-rata adalah 11,5 cm (panjang) x 6 cm (lebar) x 3,5 cm (tebal). Beratnya bervariasi antara 120-170 gram, atau kurang lebih 0,4% dari berat badan(15,19).
·         Struktur di sekitar ginjal
Ginjal dibungkus oleh jaringan fibrosa tipis dan mengkilat yang disebut kapsula fibrosa (True Capsule) ginjal dan di luar kapsul ini terdapat jaringan lemak perirenal. Disebelah cranial ginjal terdapat kelenjar anak ginjal atau glandula adrenal / suprarenal yang berwarna kuning. Kelenjar adrenal bersama-sama dengan ginjal dan jaringan lemak perirenal dibungkus oleh fascia Gerota. Fascia ini berfungsi sebagai barier yang menghambat meluasnya perdarahan dari parenkim ginjal dan mencegah ekstravasasi urin pada saat terjadi trauma ginjal. Salain itu fascia Gerota dapat pula berfungsi sebagai barier dalam menghambat penyebaran infeksi dan menghambat metastasis tumor ginjal ke organ di sekitarnya.
·         Struktur ginjal
Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Pada bagian medulla ginjal manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran pengumpul. Ginjal dibungkus oleh lapisan jaringan ikat longgar yang disebut kapsula(10,19). Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urin(10,15).Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen(10,15,19).Sistem pelvikalises ginjal terdiri atas kaliks minor, infundibulum, kaliks major, dan pielum atau pelvis renalis. Mukosa sistem pelvikalises terdiri atas epitel transisional dan dindingnya terdiri atas otot polos yang mampu berkontraksi untuk mengalirkan urin sampai ke ureter
·         Vaskularisasi ginjal
Ginjal mendapat aliran darah dari arteri renalis yang merupakan cabang langsung dari aorta abddominalis, sedangkan darah vena dialirkan melalui vena renalis yang bermuara ke dalam vena cava inferior. Sistem arteri ginjal adalah end arteries yaitu arteri yang tidak mempunyai anastomosis dengan cabang-cabang dari arteri lain, sehingga jika terdapat kerusakan pada salah satu cabang arteri ini, berakibat timbulnya iskemik atau nekrosis pada daerah yang dilayaninya

F.  TANDA DAN GEJALA
a.  Batu pada piala ginjal
-          Rasa sakit yang dalam dan terus-menerus di daerah kostovertebral
-          Nyeri menyebar. Pada laki-laki mendekati testis dan pada wanita mendekati kandung kemih
-          Dapat dijumpai hematuria
-          Kolik renal
b.  Batu yang terjebak di ureter
-          Nyeri yang luar biasa menyebar ke paha dan genetalia
-          Sering ingin berkemih namun hanya sedikit urine yang keluar dan biasanya mengandung darah
c.  Batu yang terjebak di kandung kemih
-          Menyebabkan iritasi
-          Mengakibatkan retensi urine
-          Jika infeksi berhubungan dengan batu maka kondisi akan lebih serius disertai sepsis
(Brunner and Suddarth, 2001)

G.  KOMPLIKASI
·           Sumbatan atau obstruksi akibat adanya pecahan batu
·         Infeksi, akibat diseminasi partikel batu ginjal atau bakteri akibat obstruksi.
·         Kerusakan fungsi ginjal akibat sumbatan yang lama sebelum pengobatan atau pengangkatan batu ginjal.
·         Uremia
Adalah peningkatan ureum didalam darah akibat ketidak mampuan ginjal menyaring hasil metabolisme ureum, sehingga akan terjadi gejala mual muntah, sakit kepala, penglihatan kabur, kejang, koma, nafas dan keringat berbau urine
·         Hematuria atau kencing darah
·         Nyeri pingang kronis
·         Gagal ginjal akut sampai kronis
·         Pyelonefritis
Adalah infeksi ginjal yang disebabkan oleh bakteri yang naik secara assenden ke ginjal dan kandung kemih. Bila hal ini terjadi maka akan timbul panas yang tinggi disertai mengigil, sakit pinggang,  dan nyeri

H. PENCEGAHAN BATU STRAGON
·      Mengurangi minuman yang berkalsium tinggi atau minuman yang bervitamin C tinggi. Pengkonsumsian yang terlalu sering akan mengakibatkan infeksi pada ginjal dan mengakibatkan batu ginjal.
·      Mengurangi makanan atau minuman yang bersuplemen
·      Mengurangi makanan yang bisa menyebabkan asam urat, seperti jeroan sapi, kambing dan sebagainya. Makanan ini banyak mengandung enzim yang dapat menimbulkan endapan pada ginjal
·      Hindari diet ketat. Pada umumnya orang yang yang menjalankan diet ketat supaya langsing. Misalnya, diet ketat seperti itu bisa menimbulkan kristal pada ginjal.
·      Perbanyak minum air putih minimal 2 liter/hari
·      Menghindari kencing terlalu lama
·      Berolahraga secara teratur
·      Mengurangi kosumsi vitamin D secara berlebih
·      Hindari makanan dengan kadar oksalat, natrium, kalsium yang tinggi dan protein hewan dengan purin tinggi, karena dapat memicu terbentuknya batu ginjal/kandung kemih.
  
I.  PEMERIKSAAN PENUNJANG
a.  USG, CT
Menggambarkan kalkuli atau massa lain
b.  IPV
Memberikan informasi cepat urolitiasis seperti penyebab nyeri abdominal.
c.  Urinalisis
Warna mungkin kuning, coklat gelap dan berdarah secara umum menunjukkan SDM SDP, bakteri, PUS dan kristal.
d.  Kultur urin
Menunjukkan bakteri penyebab ISK
e.  Hitung darah lengkap
SDP meningkat yang menunjukkan adanya infeksi

J.  PENATALAKSANAAN MEDIS
1)  Pengurangan nyeri : Morfin
2)  Pengangkatan batu
Pemeriksaan sitoskopik untuk menghilangkan batu yang obstruktif.
3)  Terapi nutrisi dan medikasi
Terapi rendah garam untuk membantu memperlambat pertumbuhan batu ginjal
4)  Lithotripsi gelombang kejut eksternal
ESWL (Ekstracorporeal Shock Wave Lithotripsy) merupakan prosedur non invasif untuk menghancurkan batu di kaliks ginjal.
5)  Uretroskopi
Memasukkan suatu alat ureteroskop kemudian batu dihancurkan dengan menggunakan laser
6)  Pelarutan batu
Dengan memberikan infus cairan kemolitik

ASUHAN KEPERAWATAN
K.  PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Riwayat Keperawatan dan Pengkajian Fisik:
Berdasarkan klasifikasi Doenges dkk. (2000) riwayat keperawatan yang perlu dikaji adalah:
a.  Aktivitas/istirahat:
Gejala:
1)    Riwayat pekerjaan monoton, aktivitas fisik rendah, lebih banyak duduk.
2)    Riwayat bekerja pada lingkungan bersuhu tinggi.
3)    Keterbatasan mobilitas fisik akibat penyakit sistemik lainnya (cedera serebrovaskuler, tirah baring lama).
b.  Sirkulasi
Tanda:
1)    Peningkatan TD, HR (nyeri, ansietas, gagal ginjal).
2)    Kulit hangat dan kemerahan atau pucat.
c.  Eliminasi
Gejala:
1)    Riwayat ISK kronis, obstruksi sebelumnya.
2)    Penrunan volume urine.
3)    Rasa terbakar, dorongan berkemih.
4)    Diare.
Tanda:
1)    Oliguria, hematuria, piouria.
2)    Perubahan pola berkemih.
d.  Makanan dan cairan:
Gejala:
1)    Mual/muntah, nyeri tekan abdomen.
2)    Riwayat diet tinggi purin, kalsium oksalat dan atau fosfat.
3)    Hidrasi yang tidak adekuat, tidak minum air dengan cukup.
Tanda:
1)    Distensi abdomen, penurunan/tidak ada bising usus.
2)    Muntah.
e.  Nyeri dan kenyamanan:
Gejala:
1)    Nyeri hebat pada fase akut (nyeri kolik), lokasi nyeri tergantung lokasi batu (batu ginjal menimbulkan nyeri dangkal konstan).
Tanda:
1)    Perilaku berhati-hati, perilaku distraksi.
2)    Nyeri tekan pada area ginjal yang sakit.
f.  Keamanan:
Gejala:
1)    Penggunaan alcohol.
2)    Demam/menggigil.
g.  Penyuluhan/pembelajaran:
Gejala:
1)    Riwayat batu saluran kemih dalam keluarga, penyakit ginjal, hipertensi, gout, ISK kronis
2)    Riwayat penyakit usus halus, bedah abdomen sebelumnya, hiperparatiroidisme
3)    Penggunaan antibiotika, antihipertensi, natrium bikarbonat, alopurinul, fosfat, tiazid, pemasukan berlebihan kalsium atau vitamin.

L.  DIAGNOSA KEPERAWATAN
1)  Nyeri akut berhubungan dengan obstruksi di ureter
2)  Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan intake yang tidak adekuat, mual, muntah
3)  Intoleransi aktivitas berhubungan dengan nyeri
4)  Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan
5)  Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi proses penyakit

M.  PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN
1)  Nyeri akut berhubungan dengan obstruksi ureter
Tujuan          : Nyeri terkontrol
Kriteria hasil  :Melaporkannyeri berkurang/terkontrol,
  rileks, mampu tidur atau beristirahatdengan cepat
Tindakan :
a.  Memonitor nyeri intensitas (0-10) dan penyebarannya
Rasional : nyeri tiba-tiba dan hebat dapat menimbulkan ktekutan
b.  Memberikan tindakan kenyamanan, pijatan punggung
Rasional : meningkatkan relaksasi dan ketegangan otot
c.  Memotivasi untuk melakukan tehnik nafas dalam
Rasional : membantu dalam relaksasi otot
d.  Melakukan kolaborasi pemberian obat
Rasional : menurunkan nyeri 
2)  Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat, mual, muntah
Tujuan          : Kebutuhan nutrisi terpenuhi
Kriteria hasil  : Mempertahankan berat badan, tidak ada
  tanda malnutrisi
Tindakan :
a.  Menganjurkan klien mempertahankan asupan makanan harian
Rasional : mempertahankan berat badan
b.  Memperhatikan adanya mual muntah
Rasional : membantu mengidentifikasi kekurangan nutrisi
c.  Memberikan makanan sedikit dengan porsi sering
Rasional : meminimalkan anoreksia
d.  Melakukan kolaborasi pemberian obat antiemetik
Rasional : menghilangkan mual muntah 
3)  Intoleransi aktivitas berhubungan dengan nyeri
Tujuan          :Klien mampu beraktivitas secara mandiri
Kriteria hasil  :dapat mempertahankan mobilitas secara
 optimal
Tindakan :
a.  Mengubah posisi pasien secara sering
Rasional : menurunkan ketidaknyamanan
b.  Mempertahankan kebersihan dan kekeringan kulit
Rasional : mencegah iritasi kulit
c.  Mengobservasi vital sign
Rasional : mengetahui keadaan umum pasien
d.  Membantu pasien memenuhi kebutuhannya
Rasional : meningkatkan kemandirian pasien
e.  Memotivasi dan mengawasi pasien untuk melakukan aktivitas secara bertahap
Rasional : membantu mengembalikan pasien pada kondisi normal 
4)  Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan
Tujuan          :Cemas terkontrol
Kriteria hasil  :klien menyatakan paham kondisi dan
 hubungan tanda dan gejala dengan proses
 penyakit
Tindakan :
a.  Mengkaji tigkat ansietas klien
Rasional : untuk mengetahui tanda-tanda yang menyebabkan cemas bertambah
b.  Memberikan penjelasan setiap melakukan tindakan
Rasional : menjalin kepercayaan klien dengan tenaga kesehatan
c.  Memberikan pendidikan kesehatan mengenai penyakitnya
Rasional : penambah pengetahuan klien

DAFTAR PUSTAKA 
Brunner & Suddarth. 2003. Medical Surgical Nursing (Perawatan Medikal Bedah), alih bahasa: Monica Ester. Jakarta: EGC
Marilyn. 2000 .Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi3. Jakarta : EGC
Purnomo, BB. 2000. Dasar-dasar Urolog. Jakarta: Penerbit  Buku  Kedokteran EGC.
Mutaqin, Arif. 2011. Asuhan Keperawatan Sistem Perkemihan. Jakarta: Salemba Medika.
Tjokronegoro & Hendra Utama .2003. Buku Ajar Nefrologi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI  

No comments:

Post a Comment

LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA

 LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA A. Konsep Dasar Anemia 1. Pengertian Anemia Anemia adalah keadaan rendahnya jumlah sel darah merah dan kadar...