LAPORAN PENDAHULUAN
NEFROLITIASIS (BATU
GINJAL)
A. PENGERTIAN
Batu ginjal adalah batu (kalkuli)
di dalam nefron dan keberadaannya dapat menghambat aliran urin, dan terjadinya
obstruksi, secara perlahan dapat merusak unit fungsional (nefron) ginjal.
Selain itu dapat menimbulkan nyeri yang luar biasa dan ketidaknyamanan dan bentuknya
seperti tanduk rusa (Smeltzer,2003)
B. ETIOLOGI
Batu kalsium (kalsium oksalat atau
kalsium fosfat) menurut (Balai Penerbit FKUI Jakarta, 2001) penyababnya adalah
sebagai berikut :
1. Hiperkalsiuria
Disebabkan masukan tinggi natrium,
kalsium dan protein
2. Hiperoksaluria
Masukkan tinggi oksalat, protein
3. Hiperurikosuria
Disebabkan masukan urin lebih
4. Hipositraturia
Masukkan protein tinggi dan
asetazolamid
5. Ginjal spongiosa medular
Volume air kemih sedikit, batu
kalsium idiopatik
6. Batu asam urat
Ph air kemih rendah,
hiperurikosuria.
7. Batu stuvit
Infeksi saluran kemih dengan
organisme yang memproduksi urenase
8. Batu sistin
Sistinuria herediter
C. PROSES
TERBENTUKNYA BATU GINJAL
Batu terbentuk pada tempat dimana sering
mengalami hambatan aliran urine. Batu terdiri dari kristal kristal yang
tersusun oleh bahan bahan organik maupun anorganik yang terlarut dalam urine.
Batu terjadi karena penumpukan tinggi natrium kalsium dan terjadi
pengendapandan terjadilahbatu ginja.batu
menyebabkan sumbatan dan gesekan
sehinga menyebabkan pembuluh darah pecah disekitar penyumbatan dan terjadi
darah dalam darah urin dan menyebabkan
nyeri di sekitar kantung kemih
D. PATOFISIOLOGI
Kelainan metabolic
pemecahan urine meningkat sehingga menimbulkan absobsi di usus dan mobilisasi
dari tulang terjadi hiperkalsemia dan hiperurisemia kemudian filtrasi meningkat
dan ekskresi zat penghasil batu menurun dan konsentrasi zat penghasil batu
respon obstruksi, nyeri kolik, hematuria.
Pelepasan ADH meningkat
dan paratiroid hormon kalsitrol meningkat memecah larutan metastabil sehingga
konsetrasi larutan dan ke urin sehingga terjadi pemekatan urine dan perubahan
urine meningkat.
E.
ANATOMI FISIOLOGI GINJAL
Anatomi Ginjal
Ginjal
adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di rongga retroperitoneal
bagian atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke
medial. Pada sisi ini terdapat hilus ginjal yaitu tempat struktur-struktur
pembuluh darah, sistem limfatik, sistem saraf, dan ureter menuju dan
meninggalkan ginjal. Ginjal kanan terletak sedikit lebih rendah (kurang lebih 1
cm) dibanding ginjal kiri, hal ini disebabkan adanya hati yang mendesak ginjal
sebelah kanan. Kutub atas ginjal kiri adalah tepi atas iga 11 (vertebra T12), .
Adapun kutub bawah ginjal kiri adalah processus transversus vertebra L2
(kira-kira 5 cm dari krista iliaka) sedangkan kutub bawah ginjal kanan adalah
pertengahan vertebra L3. Dari batas-batas tersebut dapat terlihat bahwa ginjal
kanan posisinya lebih rendah dibandingkan ginjal kiri(10,15).Besar
dan berat ginjal sangat bervariasi; hal ini tergantung pada jenis kelamin,
umur, serta ada tidaknya ginjal pada sisi lain. Pada autopsy klinik didapatkan
bahwa ukuran ginjal orang dewasa rata-rata adalah 11,5 cm (panjang) x 6 cm
(lebar) x 3,5 cm (tebal). Beratnya bervariasi antara 120-170 gram, atau kurang
lebih 0,4% dari berat badan(15,19).
·
Struktur di sekitar ginjal
Ginjal dibungkus oleh jaringan fibrosa tipis dan
mengkilat yang disebut kapsula fibrosa (True Capsule) ginjal dan di luar kapsul
ini terdapat jaringan lemak perirenal. Disebelah cranial ginjal terdapat
kelenjar anak ginjal atau glandula adrenal / suprarenal yang berwarna kuning.
Kelenjar adrenal bersama-sama dengan ginjal dan jaringan lemak perirenal
dibungkus oleh fascia Gerota. Fascia ini berfungsi sebagai barier yang
menghambat meluasnya perdarahan dari parenkim ginjal dan mencegah ekstravasasi
urin pada saat terjadi trauma ginjal. Salain itu fascia Gerota dapat pula
berfungsi sebagai barier dalam menghambat penyebaran infeksi dan menghambat
metastasis tumor ginjal ke organ di sekitarnya.
·
Struktur ginjal
Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks,
bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis.
Pada bagian medulla
ginjal manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran
pengumpul. Ginjal dibungkus oleh lapisan jaringan
ikat longgar yang disebut kapsula(10,19). Unit fungsional dasar
dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta
buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa. Nefron berfungsi sebagai regulator
air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring
darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh.
Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan
dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran
lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan
disebut urin(10,15).Sebuah
nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula
(atau badan
Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap
korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus
yang berada dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran
darah dari arteri aferen. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori
untuk filtrasi atau penyaringan. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium
tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan
dari darah yang mendorong plasma darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke
dalan tubulus ginjal. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat
arteri eferen(10,15,19).Sistem
pelvikalises ginjal terdiri atas kaliks minor, infundibulum, kaliks major, dan
pielum atau pelvis renalis. Mukosa sistem pelvikalises terdiri atas epitel
transisional dan dindingnya terdiri atas otot polos yang mampu berkontraksi
untuk mengalirkan urin sampai ke ureter
·
Vaskularisasi ginjal
Ginjal mendapat aliran darah dari arteri renalis yang
merupakan cabang langsung dari aorta abddominalis, sedangkan darah vena
dialirkan melalui vena renalis yang bermuara ke dalam vena cava inferior.
Sistem arteri ginjal adalah end arteries yaitu arteri yang tidak mempunyai
anastomosis dengan cabang-cabang dari arteri lain, sehingga jika terdapat
kerusakan pada salah satu cabang arteri ini, berakibat timbulnya iskemik atau
nekrosis pada daerah yang dilayaninya
F. TANDA
DAN GEJALA
a. Batu pada piala ginjal
-
Rasa
sakit yang dalam dan terus-menerus di daerah kostovertebral
-
Nyeri
menyebar. Pada laki-laki mendekati testis dan pada wanita mendekati kandung
kemih
-
Dapat
dijumpai hematuria
-
Kolik
renal
b. Batu yang terjebak di ureter
-
Nyeri
yang luar biasa menyebar ke paha dan genetalia
-
Sering
ingin berkemih namun hanya sedikit urine yang keluar dan biasanya mengandung
darah
c. Batu yang terjebak di kandung
kemih
-
Menyebabkan
iritasi
-
Mengakibatkan
retensi urine
-
Jika
infeksi berhubungan dengan batu maka kondisi akan lebih serius disertai sepsis
(Brunner
and Suddarth, 2001)
G. KOMPLIKASI
·
Sumbatan
atau obstruksi akibat adanya pecahan batu
·
Infeksi,
akibat diseminasi partikel batu ginjal atau bakteri akibat obstruksi.
·
Kerusakan
fungsi ginjal akibat sumbatan yang lama sebelum pengobatan atau pengangkatan
batu ginjal.
·
Uremia
Adalah
peningkatan ureum didalam darah akibat ketidak mampuan ginjal menyaring hasil
metabolisme ureum, sehingga akan terjadi gejala mual muntah, sakit kepala,
penglihatan kabur, kejang, koma, nafas dan keringat berbau urine
·
Hematuria
atau kencing darah
·
Nyeri
pingang kronis
·
Gagal
ginjal akut sampai kronis
·
Pyelonefritis
Adalah
infeksi ginjal yang disebabkan oleh bakteri yang naik secara assenden ke ginjal
dan kandung kemih. Bila hal ini terjadi maka akan timbul panas yang tinggi
disertai mengigil, sakit pinggang, dan
nyeri
H. PENCEGAHAN
BATU STRAGON
·
Mengurangi
minuman yang berkalsium tinggi atau minuman yang bervitamin C tinggi.
Pengkonsumsian yang terlalu sering akan mengakibatkan infeksi pada ginjal dan
mengakibatkan batu ginjal.
·
Mengurangi
makanan atau minuman yang bersuplemen
·
Mengurangi
makanan yang bisa menyebabkan asam urat, seperti jeroan sapi, kambing dan
sebagainya. Makanan ini banyak mengandung enzim yang dapat menimbulkan endapan
pada ginjal
·
Hindari
diet ketat. Pada umumnya orang yang yang menjalankan diet ketat supaya
langsing. Misalnya, diet ketat seperti itu bisa menimbulkan kristal pada
ginjal.
·
Perbanyak
minum air putih minimal 2 liter/hari
·
Menghindari
kencing terlalu lama
·
Berolahraga
secara teratur
·
Mengurangi
kosumsi vitamin D secara berlebih
·
Hindari
makanan dengan kadar oksalat, natrium, kalsium yang tinggi dan protein hewan
dengan purin tinggi, karena dapat memicu terbentuknya batu
ginjal/kandung kemih.
I. PEMERIKSAAN
PENUNJANG
a. USG, CT
Menggambarkan kalkuli atau massa
lain
b. IPV
Memberikan informasi cepat
urolitiasis seperti penyebab nyeri abdominal.
c. Urinalisis
Warna mungkin kuning, coklat gelap
dan berdarah secara umum menunjukkan SDM SDP, bakteri, PUS dan kristal.
d. Kultur urin
Menunjukkan bakteri penyebab ISK
e. Hitung darah lengkap
SDP meningkat yang menunjukkan
adanya infeksi
J. PENATALAKSANAAN
MEDIS
1) Pengurangan nyeri : Morfin
2) Pengangkatan batu
Pemeriksaan sitoskopik untuk
menghilangkan batu yang obstruktif.
3) Terapi nutrisi dan medikasi
Terapi rendah garam untuk membantu
memperlambat pertumbuhan batu ginjal
4) Lithotripsi gelombang kejut
eksternal
ESWL (Ekstracorporeal Shock Wave
Lithotripsy) merupakan prosedur non invasif untuk menghancurkan batu di kaliks
ginjal.
5) Uretroskopi
Memasukkan suatu alat ureteroskop
kemudian batu dihancurkan dengan menggunakan laser
6) Pelarutan batu
Dengan memberikan infus cairan
kemolitik
ASUHAN KEPERAWATAN
K. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Riwayat
Keperawatan dan Pengkajian Fisik:
Berdasarkan klasifikasi Doenges
dkk. (2000) riwayat keperawatan yang perlu dikaji adalah:
a. Aktivitas/istirahat:
Gejala:
1)
Riwayat
pekerjaan monoton, aktivitas fisik rendah, lebih banyak duduk.
2)
Riwayat
bekerja pada lingkungan bersuhu tinggi.
3)
Keterbatasan
mobilitas fisik akibat penyakit sistemik lainnya (cedera serebrovaskuler, tirah
baring lama).
b. Sirkulasi
Tanda:
1)
Peningkatan
TD, HR (nyeri, ansietas, gagal ginjal).
2)
Kulit
hangat dan kemerahan atau pucat.
c. Eliminasi
Gejala:
1)
Riwayat
ISK kronis, obstruksi sebelumnya.
2)
Penrunan
volume urine.
3)
Rasa
terbakar, dorongan berkemih.
4)
Diare.
Tanda:
1)
Oliguria,
hematuria, piouria.
2)
Perubahan
pola berkemih.
d. Makanan dan cairan:
Gejala:
1)
Mual/muntah,
nyeri tekan abdomen.
2)
Riwayat
diet tinggi purin, kalsium oksalat dan atau fosfat.
3)
Hidrasi
yang tidak adekuat, tidak minum air dengan cukup.
Tanda:
1)
Distensi
abdomen, penurunan/tidak ada bising usus.
2)
Muntah.
e. Nyeri dan kenyamanan:
Gejala:
1)
Nyeri
hebat pada fase akut (nyeri kolik), lokasi nyeri tergantung lokasi batu (batu
ginjal menimbulkan nyeri dangkal konstan).
Tanda:
1)
Perilaku
berhati-hati, perilaku distraksi.
2)
Nyeri
tekan pada area ginjal yang sakit.
f. Keamanan:
Gejala:
1)
Penggunaan
alcohol.
2)
Demam/menggigil.
g. Penyuluhan/pembelajaran:
Gejala:
1)
Riwayat
batu saluran kemih dalam keluarga, penyakit ginjal, hipertensi, gout, ISK
kronis
2)
Riwayat
penyakit usus halus, bedah abdomen sebelumnya, hiperparatiroidisme
3)
Penggunaan
antibiotika, antihipertensi, natrium bikarbonat, alopurinul, fosfat, tiazid,
pemasukan berlebihan kalsium atau vitamin.
L. DIAGNOSA
KEPERAWATAN
1) Nyeri akut berhubungan dengan
obstruksi di ureter
2) Ketidakseimbangan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh berhubungan intake yang tidak adekuat, mual, muntah
3) Intoleransi aktivitas berhubungan
dengan nyeri
4) Cemas berhubungan dengan kurangnya
pengetahuan
5) Kurang pengetahuan berhubungan
dengan kurangnya informasi proses penyakit
M. PENATALAKSANAAN
KEPERAWATAN
1) Nyeri akut berhubungan dengan
obstruksi ureter
Tujuan : Nyeri terkontrol
Kriteria hasil :Melaporkannyeri
berkurang/terkontrol,
rileks, mampu tidur atau
beristirahatdengan cepat
Tindakan :
a. Memonitor nyeri intensitas (0-10)
dan penyebarannya
Rasional
: nyeri tiba-tiba dan hebat dapat menimbulkan ktekutan
b. Memberikan tindakan kenyamanan,
pijatan punggung
Rasional
: meningkatkan relaksasi dan ketegangan otot
c. Memotivasi untuk melakukan tehnik
nafas dalam
Rasional
: membantu dalam relaksasi otot
d. Melakukan kolaborasi pemberian
obat
Rasional
: menurunkan nyeri
2) Ketidakseimbangan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat, mual, muntah
Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi
Kriteria hasil : Mempertahankan berat badan, tidak ada
tanda malnutrisi
Tindakan :
a. Menganjurkan klien mempertahankan
asupan makanan harian
Rasional
: mempertahankan berat badan
b. Memperhatikan adanya mual muntah
Rasional
: membantu mengidentifikasi kekurangan nutrisi
c. Memberikan makanan sedikit dengan
porsi sering
Rasional
: meminimalkan anoreksia
d. Melakukan kolaborasi pemberian
obat antiemetik
Rasional
: menghilangkan mual muntah
3) Intoleransi aktivitas berhubungan
dengan nyeri
Tujuan :Klien mampu beraktivitas secara mandiri
Kriteria hasil :dapat mempertahankan mobilitas secara
optimal
Tindakan :
a. Mengubah posisi pasien secara
sering
Rasional
: menurunkan ketidaknyamanan
b. Mempertahankan kebersihan dan
kekeringan kulit
Rasional
: mencegah iritasi kulit
c. Mengobservasi vital sign
Rasional
: mengetahui keadaan umum pasien
d. Membantu pasien memenuhi
kebutuhannya
Rasional
: meningkatkan kemandirian pasien
e. Memotivasi dan mengawasi pasien
untuk melakukan aktivitas secara bertahap
Rasional
: membantu mengembalikan pasien pada kondisi normal
4) Cemas berhubungan dengan kurangnya
pengetahuan
Tujuan :Cemas terkontrol
Kriteria hasil :klien menyatakan paham kondisi
dan
hubungan tanda dan gejala dengan
proses
penyakit
Tindakan :
a. Mengkaji tigkat ansietas klien
Rasional
: untuk mengetahui tanda-tanda yang menyebabkan cemas bertambah
b. Memberikan penjelasan setiap
melakukan tindakan
Rasional
: menjalin kepercayaan klien dengan tenaga kesehatan
c. Memberikan pendidikan kesehatan
mengenai penyakitnya
Rasional
: penambah pengetahuan klien
DAFTAR PUSTAKA
Brunner & Suddarth. 2003. Medical Surgical Nursing (Perawatan Medikal Bedah), alih bahasa:
Monica Ester. Jakarta: EGC
Marilyn. 2000 .Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi3. Jakarta : EGC
Purnomo, BB. 2000. Dasar-dasar Urolog.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Mutaqin, Arif. 2011. Asuhan
Keperawatan Sistem Perkemihan. Jakarta: Salemba Medika.
Tjokronegoro
& Hendra Utama .2003. Buku Ajar Nefrologi. Jakarta: Balai Penerbit
FKUI
No comments:
Post a Comment