July 01, 2018

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN TUMOR BULI

LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN
TUMOR BULI

A. PENGERTIAN
Tumor kandung kemih biasanya muncul di dasar kandung kemih dan mengenai lubang ureter serta leher kandung kemih.infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme patogenik dalam traktrus urinarius (Brunner & Suddart 2015).
Tumor buli-buli adalah tumor yang didapatkan dalam buli-buli (kandung kemih). Karsinoma buli-buli merupakan tumor superficial. Tumor ini lama kelamaan dapat mengadakan infiltrasi ke lamina phopria, otot dan lemak perivesika yang kemudian menyebar langsung ke jaringan sekitar (Basuki B. Purnomo, 2000).
Dapat disimpulkan bahwa tumor buli-buli adalah tumor yang didapatkan pada buli-buli atau kandung kemih yang akan terjadi gross hematuria tanpa rasa sakit  yaitu keluar air kencing warna merah terus.

B . ANATOMI FISIOLOGI
Organ urinaria terdiri atas ginjal beserta salurannya, ureter, buli-buli dan uretra. Yang termasuk saluran kemih dimulai dari permukaan kalik minor ginjal sampai muara terakhir dari uretra (orifisium uretrae eksternum). Saluran kemih berdinding tiga lapis, yaitu lapisan paling luar berupa jaringan ikat, lapisan tengah jaringan otot, dan lapisan paling dalam mukosa. Secara anatomis saluran kemih dipisahkan menjadi tiga bagian: saluran kemih bagian atas, saluran kemih bagian tengah, dan saluran kemih bagian bawah. Saluran kemih bagian atas berawal dari kalik minor ginjal dan berakhir sampai muara ureter pada kandung kemih, saluran kemih bagian tengah terdiri dari kandung kemih, dan saluran kemih bagian bawah mulai dari orifisium eksternum.
Ginjal
   Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di Rongga retroperitonea bagian bawah, antaravertebra thorakal dua belas atau lumbal satu dan empat. Besar dan berat ginjal sangat bervariasi tergantung pada jeniskelamin dan umur. Ukuran ginjal orang dewasa rata – rata panjang 11,5 cm, lebar 6 cm dan tebal 3,5 cm. Beratnya antara 120 – 170 gram atau kurang lebih 0,4% dari berat badan. Secara anatomis posisi ginjal kanan lebih rendah dibanding ginjal kiri, juga bentuk glandula
Ureter
Ureter merupakan organ yang berbentuk tabung kecil yang berfungsi mengalirkan urin dari pielum ginjal ke dalam kandung kemih. Pada orang dewasa panjangnya kurang lebih 20 cm pada laki-laki dan kira-kira 1 cm lebih pendek pada wanita. Dindingnya terdiri atas mukosa yang dilapisi oleh sel-sel transisional, otot-otot polos sirkuler dan longitudinal
yang dapat melakukan gerakan peristaltik guna mengeluarkan urin ke kandung kemih. Sepanjang perjalanan ureter dari pielum menuju kandung kemih, secara anatomis terdapat beberapa tempat yang ukuran diameternya sempit. Tempat-tempat penyempitan itu antara lain adalah pada perbatasan antara pelvis renalisdan ureter, tempat ureter menyilang arteri iliakadi rongga pelvis,dan pada saat ureter masuk ke kandung kemih. Ureter masuk ke dalam kandung kemih dalam posisi miring dan berada di dalam otot kandung kemih (intramural), keadaan ini dapat mencegah terjadinya aliran balik urin dari kandung kemih ke ureter pada saat kandung kemih
berkontraksi.
Buli- Buli / Kandung Kemih
Buli-buli adalah organ berongga yang terdiri atas 3 lapis otot Detrussor yang saling beranyaman. Di sebelah dalam dan luar berupa otot longitudinal, dan di tengah merupakan otot sirkuler. Otot-otot tersebut saling bersilangan dan berakhir melingkar di leher kandung kemih. Secara anatomi bentuk buli-buli terdiri atas 3 permukaan, yaitu permukaan superior yang berbatasan dengan rongga peritoneum, dua permukaan inferiolateral, permukaa posterior. Kandung kemih berfungsi menampung urin dari ureter dan kemudian mengeluarkannya melalui uretra dalam mekanisme miksi.
Uretra
Uretra berawal dari leher kandung kemih (orifisium uretrae internum) sampai muara terakhir (orifisium uretrae eksternum). Panjang uretra pada pria dewasa kurang lebih 23 – 25 cm dan berfungsi sebagai kanal komunisuntuk sistem reproduksi dan sistem perkemihan

C. ETIOLOGI
Etiologi yang pasti dari kanker kandung kemih tidak diketahui. Akan tetapi ada kanker ini memiliki beberapa faktor resiko:
1. Pekerjaan, Pekerja dipabrik kimia, laboratorium (senyawa amin aromatik)
2. Perokok, rokok mengandung amin aromatic dan nitrosamine
3. Infeksi saluran kemih, Eschericia coli dan proteus yang menghasilkan karsinogen
4. Kopi, pemanis buatan dan obat-obatan, untuk pemakaian jangka panjang dapat meningkatkan resiko karsinoma buli-buli

D. MANIFESTASI KLINIS
Kencing campur darah yang intermitten
Merasa panas waktu kencing
Merasa ingin kencing
Sering kencng terutama malam hari dan pada fase selanjutnya sukar kencing
Nyeri suprapubik yang konstan
Panas badan dan merasa lemah
Nyeri pinggang karena tekanan saraf
Nyeri pada satu sisi karena hydronefrosis

E. KLASIFIKASI
1. Staging dan klasifikasi
Klasifikasi DUKE-MASINA, JEWTT dengan modifikasi STRONG-MARSHAL untuk menentukan operasi atau observasi :
T = pembesaran local tumor primer, ditentukan melalui :
Pemeriksaan klinis, uroghrafy, cystoscopy, pemeriksaan bimanual di bawah anestesi umum dan biopsy atau transurethral reseksi.
Tis = carcinoma insitu (pre invasive Ca)
Tx = cara pemeriksaan untuk menetapkan penyebaran tumor, tak dapat dilakukan
To = tanda-tanda tumor primer tidak ada
T1. pada pemeriksaan bimanual didapatkan masa yang bergerak
T2 = pada pemeriksaan bimanual  ada indurasi daripada dinding buli-buli.
T3 = pada pemeriksaan bimanual indurasi atau masa nodular yang bergerak bebeas dapat diraba di buli-buli.
T3a = invasi otot yang lebih dalam
T3b= perluasan lewat dinding buli-buli
T4 = Tumor sudah melewati struktur sebelahnya
T4a= tumor mengadakan invasi ke dalam prostate, uterus vagina
T4b= tumor sudah melekat pada dinding pelvis atau infiltrasi ke dalam abdomen.
2. N = Pembesaran secara klinis untuk pemebesaran kelenjar limfe
pemeriksaan kinis, lympgraphy, urography, operative
Nx = minimal yang ditetapkan kel. Lymfe regional tidak dapat ditemukan
No = tanpa tanda-tanda pemebsaran kelenjar lymfe regional
N1 = pemebsaran tunggal kelenjar lymfe regional yang homolateral
N2 = pembesaran kontralateral atau bilateral atau kelenjar lymfe regional yang multiple
N3 = masa yang melekat pada dinding pelvis dengan rongga yang bebeas antaranya dan tumor
N4 = pemebesaran lkelenjar lymfe juxta regional
3. M = metastase jauh termasuk pemebesaran kelenjar limfe yang jauh
Pemeriksaan klinis , thorax foto, dan test biokimia
Mx = kebutuhan cara pemeriksaan minimal untuk menetapkan adanya metastase jauh, tak dapat dilaksanakan
M1 = adanya metastase jauh
M1a= adanya metastase yang tersembunyi pada test-test biokimia
M1b= metastase tunggal dalam satu organ yang tunggal
M1c= metastase multiple dalam satu terdapat organ yang multiple
M1d= metastase dalam organ yang multiple
4. type dan lokasi
Type tumor didasarkan pada type selnya, tingkat anaplasia dan invasi.
1. efidermoid Ca, kira-kira 5% neoplasma buli-buli –squamosa cell., anaplastik, invasi yang dalam dan cepat metastasenya.
2. Adeno Ca, sangat jarang dan sering muncul pada bekas urachus
3. Rhabdomyo sarcoma, sering terjadi pada anak-anak laki-laki (adolescent), infiltasi, metastase cepat dan biasanya fatal
4. Primary Malignant lymphoma, neurofibroma dan pheochromacytoma, dapat menimbulkan serangan hipertensi selama kencing
5. Ca dari pada kulit, melanoma, lambung, paru dan mamma mungkin mengadakan metastase ke buli-buli, invasi ke buli-buli oleh endometriosis dapat terjadi.

F.   KOMPLIKASI
a. Infeksi sekunder bil atumor mengalami ulserasi
b. Retensi urine bil atumor mengadakan invasi ke bladder neck
c. Hydronephrosis oleh karena ureter menglami oklusi

G. PATOFISIOLOGI
Sel tumor transisional invasi ke dinding kandung kemih. Invasi ke lamina propia dan merusak otot sebelum masuk ke lemak perivesikal dan organ lain lainnya. Penyebaran secara hematogen atau limfatogenous menunjukkan metastasis tumor pada kelenjar limfe regional, paru, tulang dan hati.
Stadium (staging) tumor kandung kemih penting untuk menentukan program pengobatan. Klasifikasiny adalah sebagai berikut :
Ta : tumor terbatas pada epithelium.
Tis : karsinoma in situ
T1 : tumor sampai dengan lapisan subepitelium.
T2 : tumor sampai dengan lapisan otot superficial.
T3a : tumor sampai dengan otot dalam
T3b : tumor sampai dengan lemak perivesika.
T4 : tumor sampai dengan jaringan di luar kandung kemih : prostate, uterus, vagina,   dinding pelvis dan dinding abdomen.

H. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
Hb menurun oleh karena kehilangan darah, infeksi, uremia, gross atau micros hematuria
Leukositosis bila terjadi infeksi sekunder dan terdapat pus dan bakteri dalam urine
Right Finger Tapping (RFT) normal
Lymphopenia (N=1490-2930)
Radiology
Excretory urogram biasanya normal, tapi mungkin dapat menunjukkan tumornya
Retrograde cystrogram dapat menunjukkan tumor
Fractionated cytogram adanya invasi tumor dalam dinding buli-buli
Angiography untuk mengetahui adanya metastasr lewat pembuluh lymphe
Cystocopy dan biopsy
Cystoscopy hampir selalu menghasilkan tumor
Biopsi dari pada lesi selalu dikerjakan secara rutin
Cystologi
pengecatan sieman/papanicelaou pada sedimen urine terdapat transionil cel daripada tumor

I. PENATALAKSANAAN
Operasi
Reaksi transurethral untuk single/multiple pailoma
dilakuakn pada stage 0, A, B1 dan grade I-II_low grade
Total cystotomy dengan pengangkatan kelenjara prostat dan uinari diversion untuk:
Radioterapi
diberikan pada tumor yang radiosensitive seperti undifferentiated pada grade III-IV da stage B2-C
Radiasi diberikan sebelum operasi selama 3-4 minggu, dosis 3000-4000 Rads. Penderita dievaluasi selama 2-4 minggu dengan interval cystoscpy, foto thoraks dan IVP, kemudian 6 minggu setelah radiasi direncanakan operasi. Post operasi radiasi tambahan 2000-3000 Rads selama 2-3 minggu.
Kemoterapi
obat-obat anti kanker :
citral, 5 fluoro urasil
Topikal Kemoterapi yaitu Thic-TEPA, kemoterapi merupakan paliatif. 5-Fluorourasil (5-FU) dan doxorubicin (adriamycin) merupakan bahan yang paling sering dipakai. Thiotepa dapat dimasukkan ke dalam buli-buli sebagai pengobatan topikal. Klien dibiarkan menderita dehidrasi 8 sampai 12 jam sebelum pengobatan dengan theotipa dan obat dibiarkan dalam buli-buli selama dua jam.

J. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
1. Identitas
Meliputi nama, jenis kelamin, pendidikan, agama, pekerjaan, tanggal masuk rumah sakit, alamat, suku dan bangsa yang digunakan, nomor register, diagnosa medis.
2. Keluhan utama
Keluhan penderita yang utama adalah mengeluh kencing darah yang intermitten, merasa panas waktu kencing. Merasa ingin kencing, sering kencing terutama malam hari dan pada fase selanjutnya sukar kencing, nyeri suprapubik yang konstan, panas badan dan merasa lemah, nyeri pinggang karena tekanan saraf, dan nyeri pada satu sisi karena hydronephrosis
3. Riwayat penyakit sekarang.
Bagaimana serangan itu timbul, lokasi, kualitas dan factor yang mempengaruhi atau memperberat keluhan sehingga dibawa ke rumah sakit.
4. Riwayat penyakit dahulu
Yang perlu dikaji pasien pernah menderita penyakit batu buli – buli sebelumnya dan penyakit yang pernah diderita pasien.
5. Riwayat penyakit keluarga.
Dalam pengkajian ini dalam keluarga ada yang menderita penyakit batu buli – buli atau tidak, ada penyakit menurun atau menular.
6. Pemeriksaan Fisik
1. (B1) Breath
Pada Inspeksi pernapasan berapa kali dalam satu menit, apa ada rektraksi otot – otot bantu pernapasan, pada Auskultasi adakah suara nafas tambahan ronchi atau wheezing.
2. (B2) Blood
Hb menurun oleh karena kehilangan darah, infeksi, uremia, gros atau micros hematuria, Lukositosis bila terjadi infeksi sekunder dan terdapat pus dan bakteri dalam urine. Pada auskultrasi didapatkan suara S1 dan S2 tungggal, tidak ada murmur.
3. (B3) Brain
a. Tingkat kesadaran biasanya compos mentis
b. Kepala, leher.
Pada post operasi batu buli – buli tidak mengalami gangguan
b. Mata.
Pada post operasi batu buli – buli tidak mengalami gangguan.
c. Telinga, hidung, mulut dan tenggorokan
Pada post operasi batu buli – buli  tidak mengalami gangguan.
d. Motorik.
Pada pergerakan terjadi pengurangan aktivitas karena sakitnya (nyeri).
f.  Sensorik
Pada penglihatan tidak terjadi penurunan tajam penglihatan
4.  (B4)   Bladder
Sebelum operasi mengalami gangguan buang air kecil, kadang – kadang hematuri dan nyeri waktu buang air kecil. Setelah operasi mengalami gangguan miksi spontan karena terpasang Dower Kateter.
5.  (B5) Bowel
Biasanya tidak mengalami gangguan buang air besar.
6.  (B6) Bone
Adanya keterbatasan aktivitas akibat nyeri yang timbul dan tidak mengalami gangguan ekstremitas atas maupun ekstremitas bawah.
7. Riwayat psikologis.
Dalam hal ini yang perlu dikaji adalah tanggapan pasien mengenai penyakitnya stelah dilakukan operasi dan bagaimana hubungan pasien dengan orang lain serta semangat dan keyakinan  pasien untuk sembuh.
8. Pemeriksaan fisik dan klinis
Inspeksi , tampak warna kencing campur darah, pemebesaran suprapubic bila tumor sudah besar.
Palpasi, teraba tumor /msasa) suprapubic, pemeriksaan bimanual teraba tumor pada dasar buli-buli dengan bantuan general anestesi baik waktu VT atau RT.

K. DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nyeri Akut
Ansietas
Defisit Pengetahuan

L. INTERVENSI KEPERAWATAN
Nyeri akut
Pengalaman sensori dan emosional yang tidak meyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian rupa.
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan 3x24 jam  nyeri klien berkurang
Kriteria Hasil :
Klien mampu mengontrol rasa nyeri melalui aktivitas
Melaporkan nyeri yang dialaminya
Mengikuti program pengobatan
Mendemonstrasikan tehnik relaksasi dan pengalihan rasa nyeri melalui aktivitas

Rencana Intervensi:
Tentukan riwayat nyeri,lokasi,durasi dan intensitas

Menganjurkan tehnik penanganan stress(tehnik relaksasi,visualisasi) gembira dan berikan sentuhan terapeutik

Berikan pengalihan seperti reposisi dan aktivitas menyenangkan seperti mendengarkan musik atau nonton tv

Diskusikan Penanganan nyeri dengan dokter dan juga klien.

Rasional :
Memberikan informasi yang diperlukan untuk merencanakan asuhan

Meningkatkan kontrol diri atas efek samping dengan menurunkan stres dan ansietas.

Untuk meningkatkan  kenyamanan dengan mengalihkan perhatian klien dari rasa nyeri

Agar terapi yang diberikan tepat sasaran

Ansietas
Perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disertai respon autonom (Sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu).perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam klien tidak merasakan ansietas
KriteriaHasil :
Klien mampu mengindentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas.
Mengungkapkan dan menunjukkan tehnik untuk mengontrol cemas
Vital Sign dalam batas normal
Postur tubuh,ekspresi wajah,bahasa tubuh dan tingkat aktivitas menunjukkan berkurangnya kecemasan

Rencana Intervensi:
Berikan informasi prognosis secara akurat.

Beri Kesempatan pada klien untuk mengekspresikan rasa marah dan takut.

Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman.

Jelaskan Pengobatan,tujuan dan efek sampng,

Rasional :
Pemberian informasi dapat membantu klien dalam memahami prose penyakitnya.

Dapat menurunkan kecemasan klien

Memberikan kesempatan pada klien untuk berfikir/merenung/istirahat

Membantu klien dalam memahami kebutuhan untuk pengobatan dan efek sampignya.

Defisiensi Pengetahuan
Ketiadaan atau defisiensi informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam klien mengetahui tentang penyakitnya.
KriteriaHasil :
Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit,kondisi prognosi dan program pengobatan
Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan secara benar
Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat/tim kesehatan lainnya

Rencana Intervensi:
Beri informasi yang akurat dan faktual.jawab pertanyaan secara spesifik,hindarkan informasi yang tidak diperlukan.

Anjurkan klien untuk memberikan umpan balik verbal dan mengoreksi tentang penyakitnya.

Anjurkan klien untuk mengkaji membran mukosa mulutnya secara rutin,perhatikan adanya eritema atau ulserasi.

Anjurkan klien memelihara kebersihan kulut dan rambut

Rasional :
Membantu klien dalam memahami proses penyakit.

Mengetahui sampai sejauh mana pemahaman klien dan keluarga mengenai penyakit klien.

Mengkaji perkembangan proses-proses penyembuhan dan tanda-tanda infeksi serta masalah dengan kesehatan mulut yang dapat mempengaruhi intake makanan dan minuman.

Meningkatkan integritas kulit dan kepala.

M. REFERENSI
Suddarth & brunner.2015.Keperawatan Medikal Bedah.Jakarta:EGC 2015
Nurarif Huda Amin .2016.Asuhan keperawatan praktis.jogjakarta:Mediaction 2016
http://www.google.com./ Asuhan keperawatan pada pasien Tumor buli-buli.( di akses
27 januari 2017 jam 16.45 WIB).

No comments:

Post a Comment

LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA

 LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA A. Konsep Dasar Anemia 1. Pengertian Anemia Anemia adalah keadaan rendahnya jumlah sel darah merah dan kadar...