July 22, 2018

LAPORAN PENDAHULUAN KANKER SERVIKS

LAPORAN PENDAHULUAN
KANKER SERVIKS

A.   Pengertian
     Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh didalam leher rahim atau serviks yang terdapat pada bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. ( Diananda,Rama, 2009 )
Kanker serviks merupakan gangguan pertumbuhan seluler dan merupakan kelompok penyakit yang dimanifestasikan dengan gagalnya untuk mengontrol proliferasi dan maturasi sel pada jaringan serviks. Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35 - 55 tahun, 90% dari kanker serviks berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang menuju kedalam rahim.(Sarjadi, 2001)

B.  Etiologi
1.  Hubungan seksual pertama kali pada usia dini (umur < 16 tahun)
2.  Sering berganti-ganti pasangan (multipatner sex).
3.  Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18.
4.  Infeksi Herpes Simpleks Virus (HSV) tipe 2
5.  Wanita yang melahirkan anak lebih dari 3 kali
6.  Wanita merokok, karena hal tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh.  

C. Tanda Dan Gejala
o   Perdarahan
o   Nyeri di bagian pinggang bawah
o   Keputihan yang berbau dan tidak gatal
o   Cepat lelah, napsu makan menurun, bb menurun
o   Kehilangan berat badan
o   Anemia

D.  Fatofisologi
Tidak ada penyebab yang pasti untuk terjadinya Ca serviks, yang ada hanyalah faktor-faktor resiko seperti : usia dini saat melakukan hubungan seksual, melahirkan pada usia sangat muda, berganti-ganti pasangan, pemajanan terhadap kuman Papillo Virus (14PV), dan merokok. Pada perempuan yang melakukan hubungan seksual pada usia dini (ditandai dengan mulai haid 1 kali) maka sel-sel epitel serviks belum siap/ matang dengan sempurna, maka jika ada benda asing yang masuk ke dalam serviks akan menimbulkan lesi, begitu juga pada perempuan yang mengalami persalinan pervagina pada usia dini.  

·         PATHWAY

E. Klasifikasi :
o   Tahap O : Kanker insitu, kanker terbatas pada lapisan epitel,
  tidak
terdapat bukti invasi.
o   Tahap I : Karsinoma yang benar - benar berada dalam serviks
o  Tahap II : Kanker vagina, lesi telah menyebar diluar serviks hingga mengenai vagina (bukan sepertiga bagian bawah ) atau area para servikal pada salah satu sisi atau kedua sisi.
o  Tahap III : Kanker mengenai sepertiga bagian bawah vagina atau telah meluas kesalah satu atau kedua dinding panggul. Penyakit nodus limfe yang teraba tidak merata pada dinding panggul
o  Tahap IV : Proses keganasan telah keluar dari panggul kecil dan melibatkan mukosa rektum dan atau kandang kemih (dibuktikan secara histologik ) atau telah terjadi metastasis keluar paanggul atau ketempat - tempat yang jauh.Top of Form

   F. Manesfestasi Klinik
1.  Keputihan yang makin lama makin berbau akibat infeksi dan nekrosis
Jaringan
2.  Perdarahan yang dialami segera setelah senggama ( 75% - 80% )
3.  Perdarahan yang terjadi diluar senggama.Perdarahan
4.  spontan saat defekasi.
5.  Perdarahan diantara haid.
6.  Rasa berat dibawah dan rasa kering divagina.
7.  Anemia akibat pendarahan berulang.
8.  Rasa nyeri akibat infiltrasi sel tumor ke serabut syaraf.
(Dr RamaDiananda, 2009 )

   G. Pemeriksaan Penunjang
a.  Sitologi
Pemeriksaan ini yang dikenal sebagai tes papanicolaous ( tes PAP)
sangat bermanfaat untuk mendeteksi lesi secara dini, tingkat ketelitiannya
b.  Kolposkopi
Kolposkopi adalah pemeriksaan dengan menggunakan kolposkopi,
suatu alat yang dapat disamakan dengan sebuah mikroskop bertenaga rendah dengan sumber cahaya didalamnya ( pembesaran 6 - 40 kali ).
c.  Biopsi
Biopsi dilakukan didaerah abnormal jika SSP (sistem saraf pusat ) terlihat seluruhnya dengan kolposkopi.
d.  Konisasi
Konosasi serviks ialah pengeluaran sebagian jaringan serviks sedemikian rupa sehingga yang dikeluarkan berbentuk kerucut (konu),dengan kanalis servikalis sebagai sumbu kerucut.

F. Penatalaksanaan Medis
o   Radiasi
Dapat dipakai untuk semua stadium
Dapat dipakai untuk wanita gemuk tua dan pada medical risk
Tidak menyebabkan kematian seperti operasi.
o   Operasi
          Operasi limfadektomi untuk stadium I dan II
o   Kombinasi (radiasi dan pembedahan)
Tidak dilakukan sebagai hal yang rutin, sebab radiasi menyebabkan bertambahnya vaskularisasi, odema.  
o   Eliminasi
       Gejala : Pada kanker servik, perubahan pada pola devekasi,        
       perubahan eliminasi urinarius misalnya : nyeri.
o   Makanan dan Minuman
       Gejala : Pada kanker servik : kebiasaan diet buruk (ex : rendah


ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS DENGAN GANGGUAN REPRODUKSI
CA SERVIKS

I. Pengkajian
1.  Aktivitas/Istirahat
Gejala : Kelemahan/keletihan, anemia, Perubahan pada pola istirahat dan kebiasaan tidur pada malam hari, adanya faktor-faktor yang mempengaruhi tidur seperti nyeri, ansietas, keringat malam. Pekerjaan/profesi dengan pemajanan karsinogen lingkungan, tingkat stress tinggi.
2.  Integritas Ego
Gejala : faktor stress, merokok, minum alkohol, menunda mencari pengobatan, keyakinan religius/spiritual, masalah tentang lesi cacat, pembedahan, menyangkal diagnosis, perasaan putus asa.
3.  Eliminasi
Gejala : Pada kanker servik, perubahan pada pola devekasi, perubahan eliminasi urinarius misalnya : nyeri.
4.  Makanan dan Minuman
Gejala : Pada kanker servik : kebiasaan diet buruk (ex : rendah serat, tinggi lemak, aditif, bahan pengawet, rasa).
5.  Neurosensori
Gejala : pusing, sinkope
6.   Nyeri/Kenyamanan
Gejala : adanya nyeri, derajat bervariasi misalnya : ketidaknyamanan ringan sampai nyeri hebat (dihubungkan dengan proses penyakit)
7.  Pernafasan
 Gejala : Merokok, Pemajanan abses
8.  Keamanan
Gejala : Pemajanan pada zat kimia toksik, karsinogen
Tanda : Demam, ruam kulit, ulserasi
9.  Seksualitas
Gejala : Perubahan pola respon seksual, keputihan (jumlah,
karakteristik, bau), perdarahan sehabis senggama (pada kanker  serviks), Nullgravida lebih besar dari usia 30 tahun multigravida   pasangan seks multiple, aktivitas seksual dini.
10. Interaksi social
 Gejala : Ketidak nyamanan/kelemahan sistem pendukung, Riwayat perkawinan (berkenaan dengan kepuasan), dukungan, bantuan, masalah  tentang fungsi/tanggung jawab peran.
11. Penyuluhan
Gejala : Riwayat kanker pada keluarga, sisi primer : penyakit
     primer, riwayat pengobatan sebelumnya (Doenges, 2000).

2. Diagnosa Keperawatan
    1.  Ansietas  berhubungan dengan diagnosis kanker, takut akan rasa
        nyeri, kehilangan femininitas dan perubahan bentuk tubuh.
    2.  Gangguan harga diri berhubungan dengan perubahan seksualitas,
        fertilitas, dan hubungan dengan pasangan dan keluarga.
    3.  Perubahan eliminasi urinarius berhubungan dengan trauma mekanis,
        manipulasi bedah, adanya edema jaringan lokal, hematoma, gangguan
        sensori/motor ; paradisis saraf.
    4.   Nyeri berhubungan dengan pembedahan dan terapi tambahan lainnya.
    5.   Perubahan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
         status hipermetabolik berhubungan dengan kanker dan konsekuensi
         kemoterapi,radiasi dan pembedahan.
    6.   Kurangnya pengetahuan tentang aspek-aspek perioperati 
       histierektomi dan perawatan diri (Doenges, 2000).

3. Intervensi Keperawatan
       a. Ansietas  berhubungan dengan diagnosis kanker, takut akan rasa
          nyeri, kehilangan femininitas dan perubahan bentuk tubuh.
  Ditandai dengan : Peningkatan ketegangan, gemetaran, ketakutan,
  gelisah, mengekspresikan masalah mengenai perubahan dalam
  kejadian hidup.
       Tujuan : Rasa cemas pasien hilang/tidak cemas lagi
                 Kriteria Hasil   : Menunjukkan  rentang yang tepat dari perasaan
      
dan berkurangnya rasa takut dan cemas 
                  Intervensi:
1.  Tinjau ulang pengalaman pasien/orang terdekat sebelumnya dengan kanker. Tentukan apakah dokter telah menjelaskan kepada pasien dan apakah kesimpulan pasien telah dicapai.
  Rasional : Membantu dalam identifikasi rasa takut dan kesalahan
   konsep berdasarkan pada pengalaman pada kanker.
2.  Dorong pasien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan.
  Rasional : Memberikan kesempatan untuk memeriksa rasa takut
  realistik serta kesalaahn konsep tentang diagnostik.
   3. Berikan informasi akurat, konsistensi mengenai prognosis, hindari
    memperdebatkan tentang persepsi pasien terhadap situasi.
    Rasional : Dapat menurunkan ansietas dan memungkinkan pasien
    membuat keputusan/ pilihan berdasarkan realita
b. Gangguan harga diri berhubungan dengan perubahan seksualitas, fertilitas, dan hubungan dengan pasangan dan keluarga
Ditandai dengan : Mengungkapkan perubahan dalam gaya hidup tentang tubuh, perasaan tidak berdaya, putus asa, dan tidak mampu. Tidak mengambil tanggung jawab untuk perawatan diri, kurang mengikuti perubahan pada persepsi diri/persepsi orang lain tentang peran.
Tujuan : Meningkatkan harga diri pasien
Kriteria Hasil   : Mengungkapkan pemahaman tentang perubahan tubuh, penerimaan diri dalam situasi. 
Intervensi :
1.  Dorong diskusi tentang/pecahkan masalah tentang efek kanker/pengobatan pada peran sebagai ibu rumah tangga, orang tua dan sebagainya.
Rasional : Dapat membantu menurunkan masalah yang mempengaruhi penerimaan pengobatan atau merangsang kemajuan penyakit.
2.  Berikan informasi bahwa konseling sering perlu dan penting dalam proses adaptasi.
Rasional : Memvalidasi realita perasaan pasien dan memberikan izin, untuk tindakan apapun perlu untuk mengatasi apa yang terjadi.
3.  Berikan dukungan emosi untuk pasien/orang terdekat selama tes diagnostik dan fase pengobatan.
Rasional : Meskipun beberapa pasien beradaptasi/menyesuaikan diri dengan efek kanker atau efek samping terapi, banyak memerlukan dukungan tambahan selama periode ini.
4.  Rujuk pasien/orang terdekat pada program kelompok pendukung (bila ada).
Rasional : Kelompok pendukung biasanya sangat menguntungkan baik untuk pasien/ orang terdekat, memberikan kontak dengan pasien dengan kanker pada berbagai tingkatan pengobatan dan/atau pemulihan. 
c. Perubahan eliminasi urinarius berhubungan dengan trauma mekanis,
manipulasi bedah, adanya edema jaringan lokal, hematoma, gangguan sensori/motor ; paradisis saraf.
Ditandai dengan : Sensasi kandung kemih penuh, tiba-tiba, frekuensi sedikit untuk berkemih atau tak ada keluarnya urins, inkontinensia aliran berlebihan, distensi kandung kemih.
Tujuan : Eliminasi kembali lancar seperti biasanya
Kriteria Hasil : Mengosongkan kandung kemih secara teratur dan tuntas.
Intervensi :
1.  Perhatikan pola berkemih dan awasi keluaran urine.
Rasional : Dapat mengindikasikan retensi urine bila berkemih dengan sering dalam jumlah sedikit/kurang (< 100 ml).
2.  Palpasi kandung kemih, selidiki keluhan ketidaknyaman, penuh ketidakmampuan berkemih.
Rasional : Persepsi kandung kemih penuh, distensi kandung kemih
di atas simpisis pubis menunjukkan retensi urine.
3.  Berikan tindakan berkemih rutin, posisi normal, aliran air pada
baskom, penyiraman air hangat pada perineum.
Rasional : Meningkatkan relaksasi otot perineal dan dapat
mempermudah upaya berkemih.
4.  Berikan perawatan kebersihan perineal dan perawatan kateter.
Rasional : Meningkatkan kebersihan, menurunkan resiko ISK asenden.
5.  Kaji karakteristik urine, perhatikan warna, kejernihan, bau.
Rasional : Retensi urine, drainase vagina, dan kemungkinan adanya kateter intermitten/ tak menetap meningkatkan resiko infeksi, khususnya bila pasien mempunyai jahitan parineal. 
6.  Pemasangan kateter bila diindikasika
Rasional : Edema atau pengaruh suplai saraf dapat menyebabkan atoni kandungan       
d. Nyeri berhubungan dengan pembedahan dan terapi tambahan lainnya.
Ditandai dengan : adanya keluhan nyeri, perilaku berhati-hati.
Tujuan : Nyeri hilang/berkurang
Kriteria Hasil : Melaporkan penghilangan nyeri maksimal/control dengan pengaruh minimal.
Intervensi :
1.  Memonitor tingkat nyeri, misalnya : lokasi uteri, frekuensi, durasi dan intensitas (skala 0-10) dan tindakan kehilangan yang digunakan.
Rasional : Informasi memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan/keefektifan intervensi.
2.  Ajarkan teknik relaksasi dengan tarik nafas dalam  
Rasional : Meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian.
3.  Dorong penggunaan keterampilan manajemen nyeri (teknik relaksasi, sentuhan terapeutik)
Rasional : Memungkinkan pasien berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan rasa kontrol nyeri
4.  Kolaborasikan dengan tim medis untuk memberikan analgesik sesuai dengan indikasi
Rasional : Nyeri adalah komplikasi sering dari kanker,meskipun respon individual berbeda-beda. 
e. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan status hipermetabolik berhubungan dengan kanker dan konsekuensi kemoterapi,radiasi dan pembedahan.
Ditandai dengan : berat badan 20% atau lebih dibawah berat badan ideal untuk tinggi dan bentuk tubuh
Tujuan : tidak terjadi perubahan nutrisi;kurang dari kebutuhan
Kriteria Hasil : penambahan berat badan progresif ke arah tujuan normalisasi
Intervensi :
1.  Pantau masukan makanan
Rasional : mengidentifikasi kekuatan/defisiensi nutrisi
2.  Ukur TB, BB setiap hari sesuai indikasi
Rasional : membantu mengidentifikasi malnutrisi protein-kalori
3.  Dorong pasien untuk makan diet tinggi kalori kaya nutrien, dengan masukan cairan adekuat 
f.  Kurangnya pengetahuan mengenai prognosis penyakit, dan kebutuhan pengobatan
Ditandai dengan : pernyataan/meminta informasi, mengungkapkan masalah, salah persepsi
Tujuan : pasien mengetahui tentang prognosis penyakit dan kebutuhan pengobatan
Kriteria Hasil : mengungkapkan informasi yang akurat tentang diagnosa dan aturan pengobatan dan melakukan dengan benar prosedur yang diperlukan. 
Intervensi :
1.  Bantu pasien menentukan persepsi tentang kanker dan pengobatan
Rasional : membantu identifikasi ide, sikap, dan rasa takut
2.  Berikan informasi yang jelas dan akurat
Rasional : membantu penilaian diagnosa kanker, memberikan informasi yang diperlukan
3.  Minta pasien memberikan umpan balik verbal, dan perbaiki kesalahan konsep
Rasional : kesalaahan konsep tentang kanker lebih mengganggu daripada kenyataan dan mempengaruhi pengobatan/penurunan penyembuhan. (Doenges, 2000). 

DAFTAR PUSTAKA 
Doengoes, Marilyn.E 1989.Nursing care and Plans.Philadelphia: F.A Davis Company.
Mochtar, Rustam. 1989.Synopsis obstetric. Jakarta:EGC.
Gale, D., 2000. Rencana Asuhan Keperawatan Onkologi (Oncology Nursing Care Plans), EGC, Jakarta. 
Johnson, M., 2000. Nursing Outcomes Classification (NOC), second edition, Mosby, Philadelphia. 
Arif Mansjoer dkk (2000), Kapita Selekta Kedokteran , Edisi 3 , Jilid 1. EGC : Jakarta


No comments:

Post a Comment

LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA

 LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA A. Konsep Dasar Anemia 1. Pengertian Anemia Anemia adalah keadaan rendahnya jumlah sel darah merah dan kadar...